Netflix Hadirkan Sam Fisher ke Layar Animasi
Netflix akhirnya merilis trailer Splinter Cell: Deathwatch, serial animasi dewasa adaptasi gim ikonik Tom Clancy’s Splinter Cell. Dalam versi terbaru ini, aktor Liev Schreiber (Ray Donovan, X-Men Origins: Wolverine) dipercaya mengisi suara Sam Fisher, agen rahasia spesialis kontra-terorisme.
Kreator John Wick di Balik Layar
Proyek ini dikerjakan oleh Derek Kolstad, kreator John Wick sekaligus penulis The Falcon and the Winter Soldier. Dengan rekam jejaknya dalam menghadirkan aksi penuh gaya sekaligus brutal, Kolstad dinilai mampu menghidupkan atmosfer kelam khas Splinter Cell.
Baca Juga: DPRD Cirebon Tutup Sidang 2024-2025, Fokus Infrastruktur 2026
Sam Fisher Kembali dari Pensiun
Dalam trailer, Fisher digambarkan sebagai sosok yang sudah menua namun terpaksa kembali beraksi ketika misi lama muncul kembali dan mengancam dunia. Kali ini, Schreiber mengambil alih peran dari Michael Ironside, pengisi suara veteran yang selama ini lekat dengan karakter Fisher.
Selain Schreiber, jajaran pengisi suara juga mencakup Janet Varney (The Legend of Korra) dan Kirby Howell-Baptiste (The Sandman). Serial ini dijadwalkan tayang di Netflix mulai 14 Oktober 2025.
Warisan Panjang Splinter Cell
Franchise Splinter Cell pertama kali diluncurkan pada 2002 dan berkembang hingga melahirkan delapan judul sampai 2013. Sejak itu, seri utama memang vakum, tetapi Ubisoft kini tengah menggarap remake sebagai bukti bahwa minat penggemar tetap tinggi.
Di sisi lain, rencana adaptasi live-action yang digagas sejak 2005 dengan Tom Hardy sebagai Sam Fisher resmi dibatalkan pada 2024 akibat masalah naskah dan anggaran.
Serial Animasi dengan Rating Dewasa
Tidak seperti film live-action yang harus menyesuaikan dengan rating PG-13, Splinter Cell: Deathwatch hadir dengan rating TV-MA. Hal ini memungkinkan cerita menampilkan adegan aksi ekstrem dan kekerasan eksplisit, sejalan dengan gaya khas Kolstad.
Kisah Baru, Tetap Terhubung ke Gim
Meskipun menawarkan alur orisinal, Deathwatch tetap terhubung dengan timeline gim, khususnya setelah peristiwa Chaos Theory (2005). Ceritanya akan menyoroti dampak kematian Douglas Shetland serta kebangkitan Displace International yang kini dipimpin oleh anak-anaknya.
Apabila sukses, serial ini berpotensi membuka jalan bagi kisah lanjutan dari judul gim lain dan sekaligus menghidupkan kembali franchise yang lama tertidur.

